Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
jagung_syeir_jelai_jali_jawawut_barli [2017/01/19 23:26]
Admin Wiblika
jagung_syeir_jelai_jali_jawawut_barli [2017/01/23 15:31] (current)
Admin Wiblika
Line 6: Line 6:
 Menerjemahkan tumbuh-tumbuhan (flora) Alkitab sering kali merupakan tantangan bagi penerjemah Alkitab. Sesuai dengan prinsip penerjemahan yang baik, penerjemah harus menganalisis lebig dahulu jenis dan fungsi tumbuhan yang akan diterjemahkan dalam konteks bahasa aslinya. Jika tumbuhan itu ada dalam bahasa sasaran dan fungsinya serupa, maka penerjemah dapat langsung menerjemahkan tumbuhan itu menggunakan istilah yang sepadan dan yang paling dekat dengan bahasa sasaran. Akan tetapi mencari padanan yang terdekat seperti itu bukanlah tugas yang mudah. Beikut ini disajikan sebuah kasus menarik yang dihadapi tim penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Indonesia , khususnya dalam usaha menerjemahkan tanaman Alkitab yang dalam bahas ainggris biasanya disebut ‘barley’ (bahasa latin Hordeum vulgare). Menerjemahkan tumbuh-tumbuhan (flora) Alkitab sering kali merupakan tantangan bagi penerjemah Alkitab. Sesuai dengan prinsip penerjemahan yang baik, penerjemah harus menganalisis lebig dahulu jenis dan fungsi tumbuhan yang akan diterjemahkan dalam konteks bahasa aslinya. Jika tumbuhan itu ada dalam bahasa sasaran dan fungsinya serupa, maka penerjemah dapat langsung menerjemahkan tumbuhan itu menggunakan istilah yang sepadan dan yang paling dekat dengan bahasa sasaran. Akan tetapi mencari padanan yang terdekat seperti itu bukanlah tugas yang mudah. Beikut ini disajikan sebuah kasus menarik yang dihadapi tim penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Indonesia , khususnya dalam usaha menerjemahkan tanaman Alkitab yang dalam bahas ainggris biasanya disebut ‘barley’ (bahasa latin Hordeum vulgare).
  
-Dalam bahas asli Alkitab, tanaman ini dalam naskah Perjanjian Lama Ibrani dinamakan se’orah, sedang dalam naskah bahasa Perjanjian Baru Yunani disebut krithe, krithinos (bahasa Latin Hordeum vulgare artinya ‘barley musim semi’ atau Hordeum hexastichon yaitu ‘barley musim dingin’). Dalam Alkitab, tanaman ‘barley’ sering disebut bersama-sama dengan tanaman sejenis, yang dalam naskah Ibrani disebut khittah, dan dalam naskah Yunani dinamakan sitos, sition, aleuron, semidalis (bahasa Latin Triticum aestivum dan Triticum compositum). Tanaman yang terakhir ini biasanya diterjemahkan menjadi ‘wheat’ (bahasa Inggris) atau ‘gandum (bahasa Indonesia) (lih. !*Ruth 2:23*!, !*2 Sam 17:28*!, !*2 Raj 4:42*!, !*Ayb 31:40*!, !*Yeh 45:13*!, !*Yl 1:11*!).+Dalam bahas asli Alkitab, tanaman ini dalam naskah Perjanjian Lama Ibrani dinamakan se’orah, sedang dalam naskah bahasa Perjanjian Baru Yunani disebut krithe, krithinos (bahasa Latin Hordeum vulgare artinya ‘barley musim semi’ atau Hordeum hexastichon yaitu ‘barley musim dingin’). Dalam Alkitab, tanaman ‘barley’ sering disebut bersama-sama dengan tanaman sejenis, yang dalam naskah Ibrani disebut khittah, dan dalam naskah Yunani dinamakan sitos, sition, aleuron, semidalis (bahasa Latin Triticum aestivum dan Triticum compositum). Tanaman yang terakhir ini biasanya diterjemahkan menjadi ‘wheat’ (bahasa Inggris) atau ‘gandum (bahasa Indonesia) (lih. !*Rut 2:23*!, !*2 Sam 17:28*!, !*2 Raj 4:42*!, !*Ayb 31:40*!, !*Yeh 45:13*!, !*Yl 1:11*!).
  
 Tanaman ‘barley’ dapat tumbuh setinggi 60-90 cm. Untaian atau mulainya berbulu, dan menunduk bila sudah masak. Pada zaman Alkitab ‘barley’ dan gandum sama-sama menghasilkan bahan baku untuk membuat roti yang merupakan makanan pokok yang terpenting. Perbedaannya,​ roti yang dibuat dari ‘barley’ adalah roti paling murah, kadang-kadang roti barley 50% lebih murah daripada roti gandum. Pada umumnya ‘barley’ dijadikan makanan ternak (!*1 Raj 4:28*!), dan menjadi makanan manusia dalam keadaan darurat (bnd. !*Im 23:22*!; !*2 Sam 17:7-29*!; !*2 Raj 7:1*!; !*Yeh 4:9*!). ‘Barley’ biasanya mulai dituai akhir bulan April atau awal bulan Mei, dan merupakan hasil pertama yang harus dibawa kepada Imam dan dipersembahkan kepada Tuhan (!*Im 23:10*!). Karena panen barley selalu datang sebulan lebih awal daripada panen gandum (!*Kel 9:31-32*!), biasanya orang makan roti barley sebelum makan roti gandum (lih. !*2 Raj 4:42*!; !*Yoh 6:4;9*!). Jadi, makan roti ‘barley’ tidak selalu menunjukan bahwa yang makan adalah orang miskin. Di Mesir, ‘barley’ menjadi bahan pembuat bir. Tanaman ‘barley’ dapat tumbuh setinggi 60-90 cm. Untaian atau mulainya berbulu, dan menunduk bila sudah masak. Pada zaman Alkitab ‘barley’ dan gandum sama-sama menghasilkan bahan baku untuk membuat roti yang merupakan makanan pokok yang terpenting. Perbedaannya,​ roti yang dibuat dari ‘barley’ adalah roti paling murah, kadang-kadang roti barley 50% lebih murah daripada roti gandum. Pada umumnya ‘barley’ dijadikan makanan ternak (!*1 Raj 4:28*!), dan menjadi makanan manusia dalam keadaan darurat (bnd. !*Im 23:22*!; !*2 Sam 17:7-29*!; !*2 Raj 7:1*!; !*Yeh 4:9*!). ‘Barley’ biasanya mulai dituai akhir bulan April atau awal bulan Mei, dan merupakan hasil pertama yang harus dibawa kepada Imam dan dipersembahkan kepada Tuhan (!*Im 23:10*!). Karena panen barley selalu datang sebulan lebih awal daripada panen gandum (!*Kel 9:31-32*!), biasanya orang makan roti barley sebelum makan roti gandum (lih. !*2 Raj 4:42*!; !*Yoh 6:4;9*!). Jadi, makan roti ‘barley’ tidak selalu menunjukan bahwa yang makan adalah orang miskin. Di Mesir, ‘barley’ menjadi bahan pembuat bir.
Line 17: Line 17:
  
 Di Indonesia juga dikenal tanaman ‘jali’ (Latin ‘Coix lacryma’) yaitu tanaman yang pohonnya seperti pohon jagung dan bijinya dapat dimakan, dijadikan bubur atau perhiasan. Tampaknya ‘jali’ juga bukanmerupakan padanan yang terdekat untuk ‘barley’. Di Indonesia juga dikenal tanaman ‘jali’ (Latin ‘Coix lacryma’) yaitu tanaman yang pohonnya seperti pohon jagung dan bijinya dapat dimakan, dijadikan bubur atau perhiasan. Tampaknya ‘jali’ juga bukanmerupakan padanan yang terdekat untuk ‘barley’.
-Untuk kata Inggris ‘barley’,​ ada Kamus Inggris-Indonesia yang memberi padanan ‘jawawut’ atau ‘sekoi’ (‘sekui’ dalam Kamus Umum Badudu-Zain). Kata ‘jawawut’ dipakai satu kali dalam Alkitab TB (!*Yes 28:25*!), dan satu kali dalam Alkitab BIS (!*Yeh 45:13*!). Kata ‘sekoi’ digunakan tiga kali dalam Alkitab TB (!*Kel 9:32*!, !*Yes 28;25*!, dan !*Yeh 4:9*!), sedang dalam Alkitab BIS dipakai satu kali (!*Yeh 4:9*!). Kata Jawa ‘jawawut’ (Latin ‘Panicum viride’) bermakna tumbuhan keluarga pohon gandum, batang dan malainya mirip padi, bijinya yang kecil dan lembut biasa digunakan sebagai makanan burung. Dalam Kamus Umum Badudu-Zain,​ ‘enjelai’ adalah padanan ‘jawawut’ dan ‘sekui’. Karena ada perbedaan fungsi antara ‘jawawut’,​ maupun sinonimnya ‘sekoi’ atau ‘sekui’ tidak terlalu sesuai untuk menerjemahkan ‘barley’.+Untuk kata Inggris ‘barley’,​ ada Kamus Inggris-Indonesia yang memberi padanan ‘jawawut’ atau ‘sekoi’ (‘sekui’ dalam Kamus Umum Badudu-Zain). Kata ‘jawawut’ dipakai satu kali dalam Alkitab TB (!*Yes 28:25*!), dan satu kali dalam Alkitab BIS (!*Yeh 45:13*!). Kata ‘sekoi’ digunakan tiga kali dalam Alkitab TB (!*Kel 9:32*!, !*Yes 28:25*!, dan !*Yeh 4:9*!), sedang dalam Alkitab BIS dipakai satu kali (!*Yeh 4:9*!). Kata Jawa ‘jawawut’ (Latin ‘Panicum viride’) bermakna tumbuhan keluarga pohon gandum, batang dan malainya mirip padi, bijinya yang kecil dan lembut biasa digunakan sebagai makanan burung. Dalam Kamus Umum Badudu-Zain,​ ‘enjelai’ adalah padanan ‘jawawut’ dan ‘sekui’. Karena ada perbedaan fungsi antara ‘jawawut’,​ maupun sinonimnya ‘sekoi’ atau ‘sekui’ tidak terlalu sesuai untuk menerjemahkan ‘barley’.
  
 Tampaknya padanan yang terdekat dalam bahasa Malaysia adalah ‘barli’ yang merupakan transliterasi dari ‘barley’. Dalam Kamus Dewan edisi ke-3 91994), ‘barli’ didefinisikan ss; (1) tumbuhan bak pokok padi, yang ditanam untuk bijirin dan makanan ternak; (2) bijiran yang dihasilkan oleh tumbuhan ini, digunakan untuk membuat bir, whiski dll. Kata ‘barli’ sudah terkenal dan umum dipakai di Malaysia, itulah sebabanya Perjanjian Baru Malaysia (1995) dan Alkitab Malaysia (1966) menggunakan istilah barli (!*Yoh 6:9;13*!; dan !*Why 6:6*!). Tampaknya padanan yang terdekat dalam bahasa Malaysia adalah ‘barli’ yang merupakan transliterasi dari ‘barley’. Dalam Kamus Dewan edisi ke-3 91994), ‘barli’ didefinisikan ss; (1) tumbuhan bak pokok padi, yang ditanam untuk bijirin dan makanan ternak; (2) bijiran yang dihasilkan oleh tumbuhan ini, digunakan untuk membuat bir, whiski dll. Kata ‘barli’ sudah terkenal dan umum dipakai di Malaysia, itulah sebabanya Perjanjian Baru Malaysia (1995) dan Alkitab Malaysia (1966) menggunakan istilah barli (!*Yoh 6:9;13*!; dan !*Why 6:6*!).