TUHAN, YAHWEH, YEHOWA
Dalam Alkitab Bahasa Ibrani, nama diri Allah yang disembah bangsa Israel terdiri dari 4 konsonan YHWH (Kel. 3:15, 7:2). YHWH merupakan nama diri Allah yang terpenting dalam Perjanjian Lama, dan di seluruh Alkitab Ibrani nama itu tercantum lebih dari 6800 kali. Karena terdiri 4 huruf, sering nama yang tidak dapat diucapkan ini disebut Tetragrammaton – artinya “4 huruf”.
Setelah pembuangan Israel di Babilonia (tahun 538 SM), ucapan nama YHWH yang sesungguhnya tidak diketahui lagi. Tetapi nama YHWH tetap merupakan nama yang paling suci bagi umat Yahudi dan karenanya nama itu tidak boleh diucapkan. Sebagai gantinya, setiap kali tertera YHWH diucapkan dengan Adonai yaitu satu istilah Ibrani yang berarti “TUHAN” (dengan akhiran “i” yang merupakan pronominal prosesif artinya “ku” : “Tuhanku”). Dengan cara demikian penyalahgunaan nama YHWH pun dapat dihindari. Hal ini masih terus dilakukan oleh umat Yahudi moderen.
Terjemahan bahasa Aram dari YHWH adalah MARA artinya “Tuhan”, dapat diberi akhiran MARḻ artinya “Tuhanku” (bnd. Mat. 7:21) atau MARANA (THA) artinya “Tuhan Kami, (datanglah)” (1 KOr. 16;22 , Why 22;20).
Pada saat Alkitab pertama kali diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani yang dikenal dengan Septuaginta (abad 3 sM). YHWH diterjemahkan KURIOS. Dalam Bahasa Inggris lama (Elizabethan), Kurios dapat diterjemahkan Lord artinya “Tuhan”, atau lord artinya “tuan” (bdn. Bahasa Jerman Herr). Dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani, kurios dapat berarti “majikan” (Mat. 13:27, 25:20 ; Luk. 13:8), “pemilik” (Mat. 20:8, 21:40), “Tuan/Bapak” (Mat. 25:11; Yoh. 12:21), “tuan” (Ikor. 8;5), “Tuhan” (Kis. 5:14, 9:10-11, 42: Rm. 12:11; Gal. 1:19), dan “Allah” (Mat. 5:33; Mrk. 5:19; Luk. 1:6).
Mengikuti teladan terjemahan Alkitab pertama (Septuaginta), terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris seperti King James Version, New King James Version, Revised Standard version, New Revised Standard version, New English Bible, Revised english Bible, Good News Bible/Today’s English Version, New American Bible, New America Standard Version, New International Version menerjemahkan YHWH dengan LORD “TUHAN”. Dan ini pun yang dilakukan dalam Alkitab bahasa Melayu/Indonesia mulai terjemahan A. C. Ruyl (1612), D. Brouwerious (1668), M. Leijdecker (1733), J. Emde (1835), H. C. Klinkert (1879), W. G. Shellabear (1910, 1913), W. A. Bode (1938), Terjemahan Lama (1958: PL Klinkert + PB Bode) Indjil terbitan Arnoldus, Ende (1964), Terjemahan Baru (1974), sampai Alkitab Kabar Baik dalam bahasa Indonesia Sehari-hari (1985). Pada hakikatnya YHWH, Adonai dan Kurios diterjemahkan “Tuhan”. [Catatan: dalam terjemahan Ruyl dan terjemahan Brouwerious Kurios diterjemahkan Tuan “Tuhan”; sedang dalam terjemahan Leijdecker YHWH diterjemahkan Huwa “Hu/Hua”, Adonai dan Kurios diterjemahkan “Tuhan”].
Ada yang menduga bahwa YAHWEH (atau dalam ejaan Jerman Yahve) merupakan ucapan dari nama YHWH. Yahweh sebagai nama diri dipakai dalam satu terjemahan Alkitab bahasa Inggris Jerusalem Bible dan revisinya New Jerusalem Bible – Terjemahan Alkitab ini merupakan upaya Gereja Katolik Roma yang mula-mula diusahakan dalam bahasa Perancis La Bible de Jerusalem.
JEHOVAH (YEHOWA) merupakan istilah artifisial yang mulai dipakai pada abad 16M. yaitu pada edisi awal King James Version serta dalam revisinya Authorized Standard Version (1901) dan terjemahan sejenis. Jehova atau Yehowa berasal dari kesalahpahaman makna notasi yang dicantumkan oleh Guru-guru Alkitab Masoret pada teks Alkitab Ibrani (antara abad 6-10 M.). Nama diri Allah yang sangat suci dan tidak boleh diucapkan itu (YHWH) diberi bunyi hidup dari kata Adonai (“Tuhan”) Adonai (catatan: akhiran i merupakan bentuk pronominal posesif artinya “ku”). Tujuan notasi ini agar pembaca teks Ibrani setiap kali membaca YHWH secara otomatis mengucapkan ADONAI. Akan tetapi pada abad 16 M. ada penerjemah yang tidak cukup memahami arti notasi itu, dan langsung membacanya aHoWaH atau Jehovah, Yehowa. Lafal ini muncul (dan baru pada abad 16M.) karena kekurangpahaman penerjemah pada seluk beluk bahasa dan kebudayaan Ibrani. Itulah sebabnya terjemahan King James Version sendiri sudah lama meninggalkan pemakaian Jehovah.
Dalam Alkitab Ibrani, teks yang tertulis disebut Kethibh, sedangkan catatan-catatan teks yang dibuat oleh Guru-guru Alkitab Masoret yang berisi ‘perbaikan-perbaikan’ dan cara membacanya/mengucapkannya disebut Qere . Dalam Alkitab Ibrani ada kurang lebih 1.300 ‘perbaikan’ Qere berdasarkan alasan gramatika, estetika atau dogmatika. Bila kata yang ‘diperbaiki’ itu terlalu sering dipakai dalam teks (seperti nama YHWH) inilah yang disebut Qere Perpetuum – cara membaca yang harus diingat terus menerus. Dengankata lain, walu tanpa notasi ditepi, pemasangan bunyi hidup pada konsosn YHWH merupakan peringatan bahwa setiap kali membaca YHWH lafalnya adalah Adonai dan bukan Yahweh ata Yehowa!
Bagi umat Allah, nama YHWH itu sangat suci. Dengan penuh rasa hormat mereka hanya berani menyebut Adonai yang terjemahannya “Tuhan”
Sumber: Forum Biblika No. 2, 1992